Teaching Factory (TEFA) DKV SMK AL KHOZINI Gondanglegi

SMK AL KHOZINI Gondanglegi terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran berbasis dunia industri agar siswa-siswi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah Teaching Factory (TEFA) Desain Komunikasi Visual (DKV).
Teaching Factory atau TEFA adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan proses belajar dengan budaya kerja industri. Melalui TEFA, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga langsung terlibat dalam proses produksi nyata yang sesuai standar industri. Dengan demikian, lulusan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga terbiasa dengan etos kerja profesional.
Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK AL KHOZINI mengembangkan TEFA dalam bentuk layanan kreatif, di antaranya:
- Desain Grafis: pembuatan logo, poster, banner, kemasan produk, dan kebutuhan branding.
- Fotografi & Videografi: jasa dokumentasi acara, foto produk, serta pembuatan konten kreatif.
- Percetakan Kreatif: layanan cetak spanduk, undangan, merchandise, hingga produk promosi.
- Multimedia & Konten Digital: desain untuk media sosial, animasi sederhana, dan publikasi digital.
Seluruh kegiatan tersebut dikelola langsung oleh siswa dengan pendampingan guru produktif dan mengikuti standar kerja industri.
Manfaat TEFA DKV
- Meningkatkan Keterampilan – siswa belajar langsung melalui proyek nyata.
- Membangun Mental Profesional – terbiasa dengan deadline, kualitas, dan kepuasan klien.
- Menghasilkan Karya Nyata – produk TEFA bisa digunakan masyarakat dan dunia usaha.
- Meningkatkan Kemandirian – siswa belajar mengelola usaha, mulai dari desain, produksi, hingga pemasaran.
Program TEFA DKV juga menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, UMKM, dan lembaga masyarakat sekitar. Kolaborasi ini membuka kesempatan bagi siswa untuk menyalurkan karya sekaligus memperkuat keterampilan kewirausahaan mereka.
Dengan adanya Teaching Factory DKV, SMK AL KHOZINI Gondanglegi membuktikan diri sebagai sekolah kejuruan berbasis pesantren yang siap mencetak generasi kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Melalui karya nyata, siswa tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



